Senin, 16 Mei 2016

UTS

Seperti perang dipagi senja
Punggawa bersiap mengurai kata
Mencari celah didalam keheningan
Angin yang bertiup menjadi saksi perperangan

Waktu berlalu setengah jalan
Punggawa terdiam tak berakal
Musuh yang besar teramat sukar ditaklukan
Memutar otak sampai darah membiru

Mentari yang mengawasi pun membara
Perang terlalu gaduh oleh suara
Cahaya bias keluar tanpa bersua
Hingga kedua mata menajam

Layak butir terakhir dalam jam pasir
Pertikaian berhenti karena sang waktu
Punggawa bertempur dengan tinta pengharapan
Menanti hasil tentang arti pengharapan

Sumber:  http://puisi-yudhanisme.blogspot.co.id/2010/06/uts.html?m=1

Tidak ada komentar:

Posting Komentar